Rabu, 09 Mei 2018

Cukur Milan Empat Gol Tanpa Balas, Juve Angkat Trofi Coppa Italia


Bandar Judi Bola Terpercaya - Juventus memenangkan Coppa Italia selama empat tahun berturut-turut, setelah mencukur AC Milan empat gol tanpa balas di pertandingan terakhir yang dihelat di Stadion Olimpico, Roma, Kamis (10/5) dini hari WIB.

Setelah mengakhiri paruh pertama dengan keadaan imbang 0-0, pemain bertahan Si Nyonya Tua, Medhi Benatia memborong dua gol di menit 56 dan 64.

Douglas Costa turut menyumbangkan satu gol saat pertandingan memasuki menit 61.

Satu gol lainnya yang membuat Milan semakin menderita terjadi melalui gol bunuh diri penyerang Rossoneri yang masuk ke lapangan menggantikan Patrick Cutrone, Nikola Kalinic.

Gol bunuh diri tersebut tercipta di menit 76, sepakan pojok Miralem Pjanic coba diantisipasi Kalinic dengan sundulan. Namun, bukannya bola menjadi aman, justru sundulan tersebut masuk ke dalam gawang Gianluigi Donnarumma.


Kemenangan telak ini mengantar Juve menjadi juara Coppa Italia empat tahun beruntun dan menjadi koleksi trofi Coppa Italia yang ke-13.

Selain Coppa Italia, Juventus hampir pasti akan menambahkan gelar Serie A musim ini ke lemari trofi mereka. Di pentas Serie A, tim asal Turin itu unggul enam poin dari Napoli dengan dua pertandingan tersisa, dan Juve (84-23) memiliki selisih gol sebanyak 16 dari Napoli (73-28).

Susunan pemain Juventus vs AC Milan

Juventus (4-3-2-1)
Gianluigi Buffon; Juan Cuadrado, Andrea Barzagli, Medhi Benatia, Kwadwo Asamoah, Sami Khedira, Miralem Pjanic (Claudio Marchisio 87'), Blaise Matuidi, Paulo Dybala (Gonzalo Higuain 83'), Douglas Costa (Federico Bernardeschi 73'), Mario Mandzukic.
Pelatih: Massimiliano Allegri.

AC Milan (4-3-3)
Gianluigi Donnarumma; Ricardo Rodriguez, Alessio Romagnoli, Leonardo Bonucci, Davide Calabria, Giacomo Bonaventura, Manuel Locatelli (Riccardo Montolivo 80'), Franck Yannick Kessie, Hakan Calhanoglu, Patrick Cutrone (Nikola Kalinic 62'), Suso (Fabio Borini 67').
Pelatih: Gennaro Gattuso.


Selasa, 08 Mei 2018

Zidane : Final Liga Champions Bukan Cuma Perang Ronaldo vs Salah


Bandar Judi Bola Terpercaya - Final Liga Champions yang akan mempertemukan Real Madrid versus Liverpool, tak hanya semata perang antar-bintang kedua tim. Perang sesungguhnya akan terjadi tim melawan tim, bukan Cristiano Ronaldo kontra Mohamed Salah.

Tak bisa dipungkiri duel di puncak kompetisi sepakbola bergengsi Eropa yang akan berlangsung di Kiev pada 27 Mei mendatang,  menyeret nama Ronaldo dan Salah. Kedua pemain tersebut kini tengah dalam sorotan terkait dengan kontribusinya terhadap tim.

Namun pelatih Los Blancos Zinedie Zidane menegaskan perang sesungguhnya bukan hanya akan terjadi pada dua pemain tersebut. Pemain lainnya juga tak bisa dikesampingkan mengingat 'kegilaan' Ronaldo dan Salah pun berkat sumbangsih rekan-rekannya.

Saat ini Ronaldo telah mencetak 15 gol di Liga Champions atau lebih banyak lima gol dari para pesaing. Sementara Salah, juga tak kalah moncer dengan jaringan 31 gol di Liga Primer Inggris dan 43 gol di semua kompetisi.

Tak heran jika pemain asal Mesir itu disebut-sebut bakal merontokkan dominasi Ronaldo yang menjadi langganan perebut Ballon d'Or. "Saya tidak tahu apakah Salah akan memenangkan Ballon d'Or. Namun dia memiliki musim yang hebat. Pertandingan ini bukan hanya milik Ronaldo dan Salah, itu akan menjadi perang Madrid vs Liverpool," ungkap Zidane dikutip Soccerway, Rabu (9/5/2018).

Ronaldo sendiri dikabarkan telah siap tampil. Mega bintang asal Portugal itu sempat ditarik keluar di babak kedua kala melakoni El Clasico yang berakhir 2-2. Namun Zidane tak akan menyertakan Ronaldo kala timnya melawan Sevilla dan Celta Vigo.

"Sangat luar biasa hanya dalam 48 jam Ronaldo telah pulih. Namun saya tidak yakin dia bersedia tampil melawan Villarreal. Semua pemain dipastikan siap tampil melawan Liverpool. Saya bisa mengatakan pada Anda, 150 persen siap tempur. Semuanya sudah bisa bermain termasuk Isco dan Dani Carvajal."


Preview Juventus vs AC Milan: Si Nyonya Tua Masih Terlalu Perkasa


Bandar Judi Bola Terpercaya - Mata pecinta bola akan tertuju di Stadion Olimpico Roma saat Juventus menghadapi AC Milan di partai final Coppa Italia 2018 yang akan berlangsung Kamis, (10/5/2018) dini hari WIB.

Juventus dan AC milan dipastikan akan tampil ngotot untuk memenangkan laga ini. Kedua tim sama-sama memiliki misi dalam laga ini.

Jika Si Nyonya Tua bertekad mempertahankan gelar Copa Italia 2017 dan ingin menutup musim 2018 dengan raihan dua gelar, I Rossoneri mengusung misi mengakhiri puasa gelar. Maklum tim asuhan Gennaro Gattuso terakhir menjadi juara Coppa Italia pada periode 2002/2003.

Di samping itu Milan juga bertekad untuk mengalahkan Juventus demi mengakhiri dominasi mereka di tanah Italia dalam kurun tiga  tahun belakang ini. Bayangkan saja, Juventus adalah juara bertahan Coppa Italia dalam tiga tahun berturut-turut.

Namun sepertinya langkah Milan untuk menjungkalkan Juventus sangatlah berat. Pasalnya dalam empat laga terakhir mereka melawan Juventus, Suso dkk selalu takluk. Dua diantaranya terjadi saat berlaga di Serie A Liga Italia.

Milan takluk di San Siro dengan 0-2 dan kembali kalah 1-3 saat berkunjung ke Allianz Stadium. Meski sudah menemukan performa yang bagus sejak dilatih Gattuso namun pasukan Merah Hitam itu selalu kesusahan setiap kali berjumpa dengan tim besutan Massimiliano Allegri.

Kendati demikian, walau di atas kertas diunggulkan, Juventus tetap harus mewaspadai semangat juang Milan. Tak diunggulkan dalam laga ini justru membuat pasukan Gattuso bisa tampil lepas dan mampu mengeluarkan permainan terbaik mereka.

Dalam laga nanti tersebut diperkiran ke dua tim menurunkan skuat terbaik mereka.  Juventus diperkirakan akan menurunkan formasi 4-2-3-1 sementara AC Milan akan menggunakan racikan 4-3-3.

Perkiraan susunan pemain

Juventus
Buffon; Cuadrado, Barzagli, Benatia, Asamoah; Khedira, Pjanic, Matuidi; Douglas Costa, Dybala; Higuain
Pelatih : Massimiliano Allegri

AC Milan
G Donnarumma; Calabria, Bonucci, Romagnoli, Rodriguez; Kessie, Locatelli, Bonaventura; Suso, Cutrone, Calhanoglu
Pelatih : Gennaro Gattuso


Sopir Gocar Dicekik dengan Tali Jemuran, Lalu Dibuang ke Rawa


Poker Online Terpercaya - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan menggelar rekonstruksi kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap sopir taksi online, Tri Widiyantoro (45), Selasa (8/5/2018) di Mapolda Sumsel.

Dalam reka ulang tersebut, diindentifikasi sebanyak 16 adegan yang diperankan oleh kedua tersangka, yakni Tyas (19) dan Bayu (20). Sedangkan dua tersangka lain yang sebelumnya tewas di tangan petugas, Hengky (21) dan Poniman (21) diperankan oleh petugas polisi.

Adegan rekontruksi tersebut dimulai saat tersangka Bayu dan Poniman mendatangi rumah indekos Tyas di Jalan Kapten Anwar Arsyad, kawasan Way Hitam, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang beberapa saat sebelum kejadian.

Di sanalah terungkap jika aksi keji tersebut bermula. Mereka merencanakan perampokan tersebut dan menjelaskan tugas masing-masing tersangka.

Kemudian tersangka Hengki mengambil tali jemuran di belakang indekos Tyas, sementara tersangka Bayu memesan GoCar melalui ponsel Poniman.

Tak lama menunggu, korban Tri pun datang mengendarai mobil Daihatsu Xenia silvernya dan menunggu para tersangka di depan kos milik Tyas. Korban menelepon Bayu bahwa dirinya sudah di depan kos.

Korban pun melajukan mobilnya ke lokasi yang dituju yakni kawasan Tanjung Lago, Kecamatan Kenten Laut, Kabupaten Banyuasin.

Saat sampai di lokasi kejadian, tepatnya di areal perkebunan sawit Tanjung Lago, tersangka Bayu menyuruh korban menghentikan kendaraannya sambil berpura-pura menyerahkan uang kepada korban.

Namun saat transaksi tersebut, tersangka Hengki mengeluarkan tali tambang plastik yang sudah disiapkannya dan langsung menjerat tali tambang ke leher korban.

Sementara tersangka Tyas langsung menutup mulut dan memegangi tangan korban. Sedangkan tersangka Poniman membantu Hengki menarik tali dari belakang untuk menjerat korban hingga tewas. Usai korban meregang nyawa, tersangka mengambil ponsel dan dompet korban.

Sementara mayat korban dibuang di rawa-rawa, sekitar 200 meter dari lokasi kejadian pembunuhan. Para tersangka pun membawa lari mobil korban.

Hingga dua bulan kemudian baru ditemukan jenazah korban yang sudah menjadi kerangka.

Kanit I Subdit III/Jatanras Ditreskrium Polda Sumsel Kompol Antoni Adhi mengatakan, ke empat tersangka sebelum menghabisi korban mereka terlebih dahulu merencanakan aksinya dari mulai memesan hingga membunuh dan menjerat leher korban dengan tali tambang dan akhirnya membuang mayat korban di rawa - rawa di kawasan parit enam, Sungsang, Kabupaten Banyuasin.

"Korban dibunuh dalam adegan 6A sampai 6G dan adegan ke 7. Rekonstruksi ini dilakukan untuk melengkapi berkas perkara ke kejaksaan," pungkasnya.



Tak Sekadar Main Bagus, Milan Harus Tampil Luar Biasa untuk Kalahkan Juve


Bandar Judi Bola Terpercaya - Mengalahkan Juventus di final Coppa Italia diakui Giacomo Bonaventura akan jadi tantangan berat untuk AC Milan. Karena itu, main bagus saja tak cukup untuk Milan.

Milan akan menghadapi Juve dalam final Coppa Italia di Stadion Olimpico, Kamis (10/5/2018) dini hari WIB.

Bagi Milan, ini adalah final kedua di Coppa Italia dalam tiga musim terakhir. Sementara Juve memburu gelar ganda yang keempat secara beruntun.

Dalam dua pertemuan di Serie A musim ini, Milan selalu kalah dari Juve. Setelah menyerah 0-2 di San Siro, Rossoneri kemudian kalah 1-3 di markas Juve.

Bonaventura sadar betul tantangan berat yang menanti timnya. Oleh karena itu, Milan harus tampil luar biasa jika ingin membawa pulang trofi.

"Kami bermain melawan tim hebat di stadion yang indah. Kami punya keinginan besar untuk memainkan permainan yang hebat," kata Bonaventura kepada Milan TV.

"Juventus adalah tim hebat, mereka punya skuat dengan kualitas tertinggi seperti yang sudah mereka buktikan tahun ini dan beberapa tahun belakangan, baik di liga dan Liga Champions."

"Ini akan jadi laga sulit dan Milan harus luar biasa untuk menang."

"Kami harus mencoba agar tidak menderita melawan Juventus dan menyerang ketika dapat kesempatan," lanjutnya.

"Di Juventus Stadium kami tampil bagus tapi kami pulang dengan tangan kosong, itu harus membuat kami paham bahwa untuk mengalahkan Juventus tak cukup hanya dengan main bagus, Anda butuh performa luar biasa," tegasnya.


Senin, 07 Mei 2018

Rupiah Jeblok ke Rp14.042, Rekor Terburuk Sejak Desember 2015


Poker Online Terpercaya - Nilai tukar rupiah terus bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat alias USD. Pada perdagangan di pasar spot, Selasa (8/5/2018), mata uang NKRI dibuka melemah 3 poin atau 0,02% ke level Rp14.004, dibanding penutupan Senin yang tembus ke Rp14.001 per USD.

Laju rupiah terus tertekan di indeks Bloomberg pada pukul 10.24 WIB, yaitu bearish 41 poin atau 0,29% menjadi Rp14.042 per USD. Ini merupakan rekor terburuk rupiah sejak Desember 2015. Rupiah pun menjadi mata uang terburuk kedua di Asia terhadap USD pada pekan ini.

Hal sama juga terpantau di data Yahoo Finance, dimana rupiah pada pagi ini terpantau jeblok 42 poin atau 0,30% ke level Rp14.037 per USD, dibanding penutupan Senin lalu di Rp13.995 per USD.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada Selasa ini berada di Rp14.036, terdepresiasi 80 poin dari level Rp13.956 per USD di Senin kemarin.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, terperosoknya rupiah merupakan imbas dari kondisi makroekonomi Indonesia yang tidak sesuai harapan. Salah satunya, pertumbuhan ekonomi (produk domestik bruto/PDB) pada kuartal I/2018 yang hanya 5,06%. "PDB yang di bawah ekspektasi. Surveinya 5,19%," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menanggapi pelemahan rupiah yang menembus Rp14.000 per USD, jangan langsung dianggap aneh. "Ya memang tembus Rp14.000 per USD. Tapi tidak berarti akan bertahan di angka itu. BI akan melakukan langkah-langkah walaupun BI itu akan menunggu rapat RDG bulanan untuk mengambil kebijakan," tandasnya pada Selasa (8/5/2018).

Adapun dolar AS melayang mendekati level tertinggi empat bulan pada hari ini, didukung meningkatnya imbal hasil Treasury dan data ekonomi AS yang sangat solid, meninggalkan rival utamanya euro.

Melansir Reuters, indeks USD terhadap sekeranjang mata uang utama, berada di 92,766, setelah semalam menyentuh level 92,974, level tertinggi sejak 28 Desember 2017. Greenback mendapat dorongan berkat data ketenagakerjaan yang menguat di era Trump, sehingga mendukung ekspektasi untuk kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.


Minggu, 06 Mei 2018

Juventus Diambang Juara, Sami Khedira Malah Galau


Bandar Judi Bola Terpercaya - Juventus diambang juara Serie A Liga Italia. Namun Sami Khedira justru galau dengan situasi ini. Mengapa begitu?

Juventus membuka peluang menjadi kampiun musim ini setelah mendapatkan tambahan tiga angka usai membungkam Bologna. Bermain di Allianz Stadium, Minggu (6/5/2018), Si Nyonya Tua menang telak, 3-1.

Khedira sendiri mencetak salah satu gol dalam pertandingan tersebut. Dua gol lainnya disumbangkan Paulo Dybala dan gol bunuh pemain Bologna, Paulo Dybala. Sementara gol tim tamu dicetak Simone Verdi.

Dengan tambahan tiga angka tersebut, kini Juventus bertengger di posisi puncak klasemen sementara. Mereka berhasil mengoleksi 91 angka dari 36 pertandingan. Sedangkan Napoli gagal menepiskan perolehan poin setelah hanya mampu bermain imbang, 2-2 dengan Torino.

Usai pertandingan, kepada Bild, Khedira mencurahkan perasaanya. "Kontrak saya akan berakhir dalam setahun ini. Saya sering berpikir soal masa depan karena apapun bisa terjadi, " katanya.

"Saya senang di sini. Saya suka tantangan dan mencarinya. Saya ingin memenangkan banyak gelar di banyak liga," tambahnya.

"Saya telah kehilangan kesempatan bermain di satu liga besar Eropa. Saya ingin bermain di Inggris setelah meraih kemenangan di Spanyol, Jerman dan Italia. Liga Inggris selalu membuat saya terpesona. Memenangkan banyak gelar di sana akan melengkapi koleksi saya."

Meski keinginannya bermain di Inggris belum surut, mantan pemain Real Madrid itu mengaku masih betah berada di Juve. "Namun tidak mungkin saya mengusulkan apapun. Saya senang di Turin dan sepak bola sulit diprediksi apapun di masa depan. Di ini, saya telah melihat bahwa Juve adalah spesial."